Jumat, 14 November 2008

Telkom Ikut Jaga Pulau Terluar Indonesia



Achmad Rouzni Noor II - detikinet





Jakarta - Telkom ikut menjaga kesatuan Indonesia dengan membangun fasilitas telekomunikasi (fastel) Merah Putih di Pulau Berhala, yaitu pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Fastel Merah Putih di Pulau Berhala dioperasikan langsung oleh Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Arie Sembiring pada puncak peringatan Hari Pahlawan kemarin di Geladak Kapal Perang KRI Teluk Sampit.

EGM Telkom Sumatera Muhammad Awaluddin yang ikut mendampingi Danlantamal I Belawan mengakui pembangunan infrastruktur fastel ini tidak layak secara bisnis.

Namun karena pertimbangan menjaga keutuhan NKRI dan pembangunan daerah terpencil, maka pembangunan infrastruktur tetap dilakukan sebagai bagian dari corporate social responsibility.

"Ini juga sejalan dengan tekad Telkom untuk menjadikan Pulau Sumatera dan sekitarnya sebagai pulau digital," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (11/11/2008).

Selain Pulau Berhala, Telkom juga akan membangun fastel di Pulau Rondo, yaitu sebuah pulau terluar di sebelah utara Pulau Weh, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.

Pembangunan Fastel

Pulau Berhala merupakan sebuah pulau terpencil yang berada pada posisi 3 derajat 46 menit 38 detik (Lintang Utara) dan 99 derajat 30 menit 3 detik (Bujur Timur) di Selat Malaka.

Pulau yang hanya memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 800 meter ini tidak berpenghuni dan hanya dijaga oleh TNI AL.

Meski daerah ini memiliki posisi yang sangat strategis, namun fasilitas pengamanannya terlihat sangat belum memadai. Ketiadaan sarana telekomunikasi menjadikan petugas jaga senantiasa kesulitan berkordinasi dengan satuannya di daerah lain.

"Atas dasar inilah, maka Telkom kemudian memprakarsai dibangunnya Fastel Merah Putih di pulau ini," kata Awaluddin.

Kemudian, langkah pertama yang dilakukan Telkom ialah membentuk Tim Satgas Instalasi Perangkat yang terdiri dari 13 orang karyawan.

Setelah rencana dianggap matang, Telkom kemudian membentuk Team Expedisi Fastel Merah Putih dengan anggota 13 orang untuk melakukan survei dan instalasi penempatan VSAT ke arah Satelit Palapa sekaligus melakukan test call quality perangkat.

Test call dilakukan dengan cara melakukan pembicaraan antara Asops (Asisten Operasi) Lantamal 1 Belawan, Letkol Laut Dri Suadmadji di Pulau Berhala dengan Muhammad Awaluddin di Batam.

Dengan infrastruktur Fastel seperti ini, petugas jaga di Pulau Berhala sudah bisa memanfaatkan 3 layanan sekaligus, yaitu telepon, akses internet broadband 128 Kbps, serta layanan komunikasi faksimili.

Menurut Awaluddin, respon petugas TNI AL juga sangat positif. Sebab, selain merasa dimudahkan untuk melakukan koordinasi dengan kesatuannya, mereka juga tidak merasa jenuh karena bisa berkomunikasi dengan keluarga kapan saja.

Tidak ada komentar: